Kamis, 25 Oktober 2012

sekolah kehidupan part 2

Bagian 2
: Setelah Pelatihan Usai Teki akhirnya dapat mengikuti Kelas Dasar dan dengan gembira ia bisa menyelesaikan selama 6 X. Tidak mudah ia melakukannya karena perjalanan ke Olympic House sudah lebih dari 1 jam. Kadang pekerjaan di rumah majikan juga bervariasi sehingga ia hampir kehilangan satu kelas tidak dijinkan karena majikan kedatangan tamu dari US. Untung ada kelas hari Sabtu sehingga Teki bisa hadir di hari Sabtu. Selama pembejaran Teki membangun persahabatan dengan 2 teman baru. Yang pertama adalah Eti atau teh Eti yang berasal dari Jawa Barat, Eti sudah 8 tahun di Hong Kong. Yang kedua adalah Mei yang berasal dari Jawa Timur, nama asli Mei adalah Meti namun lidah majikan Hong Kong sering keseleo memanggil Meti sehingga kerap dipanggil Mei. Nah itulah asal usulnya kenapa Meti sekarang punya nama Hong Kong yaitu Mei. Mei sudah bekerja selama 5 tahun di Hong Kong dan sebelumnya pernah kerja 2 tahun di Singapura. Suatu hari di pertemuan yang pertama pelatihan Kelas Dasar mereka berada di satu kelompok diskusi yang sama. “Wah kita ini kayaknya cocok satu sama lain ya...” Teki suatu kali berkata di saat mereka diskusi kelompok. “Minggu depan duduk barengan lagi ya mbak Teki dan neng Eti.., nei ni?” demikian ajakan simpatik Mei. “Hai... hai...setuju” Teki dan Eti hampir berbareng menyambut. Setelah beberapa minggu tampaknya ke 3 peserta pelathan ini makin akrab saja tampaknya. “Kita perlu kasih nama nih geng kita ini, apa ya...” Teki membuka diskusi . “Mmmm .... Geng 3 Dara..” Eti cepat berpendapat, maklum sekarang dia makin berani berbicara setelah mendapat motivasi dalam pelatihan kreativitas dan inovasi dari pelatih Dharma Kusuma. Padahal sebelumnya neng Eti biasa hanya duduk, diam senyum-senyum saja sangat jarang ia berani berpendapat. “Ah, kurang keren teh Eti, kalau hanya pakai 3 Dara, nama itu kurang entrepreneur ah....” kata Teki “Kalau kata pak Dharma kurang berbobot... ha, ha, ha” disambut tawa Mei yang kemudian disambut oleh tawa bersama ketiga BMI alumni Sahabat Mandiri Kelas Dasar ini karena teringat pada pelatih Dharma Kusuma yang memang memiliki bobot tubuh paling surplus diantara pelatih yang lain. “Sujes, sujes, sujes....” Sambut Eti yang kemudian membuat mereka makin tergelak karena kata sujes adalah kependekatan dari sudah jelas yang biasa dikatakan oleh pak Agung Walujo pelatih UCEC dengan kumis paling lebat. “Aku usul kita pakai nama Grup 3E saja...” Demikian Teki mengusulkan. “Koq Grup 3 E, emangnya grup band...” Mei cepat merespon. “Begini aku akan jelaskan..” Teki menarik nafas sejenak dan kemudian melanjutkan. “Perhatikan perusahaan-perusahaan besar bukankah menggunakan nama Group dan bukang Geng. Misalnya Ciputra Group, Kompas Gramedia Group dan kalau E itu kan artinya Entrepreneur....” “Bole juga... tapi.....” Mei berpendapat. “Mei jangan pakai tapi dong, kumaha ieu si Mei itu, masih ingat ngga pelajaran pak Dharma waktu minggu 2, itu tuh kreativitas dan inovasi, kita kan diajarkan bukan berkata tapi, kita ganti dengan dan, misalnya E itu bisa Entrepreneur dan semua nama kita ada huruf E nya bukan ...” Eti dengan sigap menanggapi pendapat Mei, rupanya pembelajaran minggu ke 2 itu sangat meresap untuk Eti. “Betul, betul teh Eti, aku juga mau nambahin nih,... E bisa berarti salah satu huruf yang ada di nama kita, semua nama kita ada huruf E nya dan juga bisa berarti Ekonomi Sejahtera..” Teki menyambut pendapat Eti. “Ekonomi Sejahtera dan Ekpresi Diri...” Dengan segera Mei melanjutkan. “Ekspresi Diri dan Empati Sesama..” Dengan segera juga Eti menyambar pendapat Mei. Mereka kini saling berpandangan dan kemudian meledak tawa mereka dan saling berangkulan:”Kita sudah menjadi orang yang berbeda bukan...?” Teki berkata. “Ya, ya persis ya seperti yang pernah dikatakan mbak Sari Gunkid di Kelas lanjutan, katanya orang-orang terdekat menganggapnya edan..”. Demikian Mei yang berpendapat. “Ha, ha, ha, ha, kita memang sudah edan, anyway kata edan pakai huruf E juga kan...” Eti berpendapat. “Ha, ha, ha, ha, ha....”. Mereka bertiga makin keras tertawa. “Ngomong-ngomong E yang lain bisa apa ya...?” Teki melanjutkan. “Enaaaaak, ini slogan penting untuk bisnis Resto ku yang akan ku kembangkan..” Demikian Mei menjawab “Excellent juga bisa..”. Eti melanjutkan “Extra Joss, Eksotik, Ekspresi dan EGP....” Teki makin lancar mencipta ide. “Koq EGP sih, itu kan artinya Emangnya Gua Pikirin, masa pelanggan di EGP kan..?” Mei yang kritis berpendapat. Eti yang sudah makin positif dan kreatif dengan segera menjelaskan:”Bukan begitu Mei, maksudnya Teki kita EGP kan saja orang-orang yang menganggap kita gila dan edan itu....” “Ha, ha, ha, ha. nei zan zung ji..” Mereka sekarang pun tertawa riang. Tidak terasa pelatihan Mandiri Sahabatku sudah mencapai pertemuan yang ke 6. Di pertemuan ke 6 itu ada ragam kejutan yang menyentuh hati dan membuat 3 sahabat ini makin kokoh tekadnya menempuh jalan entrepreneurship. Nah setelah penutupan Kelas Dasar tidak ada kelas kelas lagi atau hari-hari libur mereka kembali menjadi hari liburan. Grup 3 E mulai berbincang tentang apa-apa saja yang harus mereka lakukan kalau sudah tidak ada lagi Pelatihan Mandiri Sahabatku. Apa yang harus mereka lakukan untuk mengisi waktu secara produktif. Mereka khawatir semangat yang membara itu akan makin meredup dengan berjalannya waktu karena tidak ada kegiatan-kegiatan yang mendorong entrepreneurship dalam diri mereka. Apa yang harus dilakukan di masa paska pelatihan itulah yang menjadi bahan diskusi yang seru di Grup 3 E.

Rabu, 24 Oktober 2012

sekolah kehidupan part 1

Sekolah Kehidupan Bagian 1: Perjumpaan dengan Sekolah Kehidupan Victoria Park di Hong Kong pada Minggu sore penuh dengan canda dan ketawa namun Teki seorang BMI muda duduk di sebuah sudut Victoria Park dengan wajah murung. Hatinya sedih karena baru saja mendapat sms dari sahabat baiknya di kampung yang baru saja di wisuda jadi sarjana. “Dulu aku yang mengajari dia bahkan dia nyontek pun dari aku, sekarang dia sarjana sedang aku hanya berhenti di ijazah SMP...”. Berita gembira yang seharus disambut gembira malah membuat dia sedih. Ketika Teki masih murung, tiba-tiba muncul seseorang dan menyapa dia dengan ramah:”Kesedihanmu tidak akan membawamu menjadi sarjana..” Kalimat ini sangat mengejutkan dan Teki merasa malu bahwa seseorang bisa membaca isi hatinya. Orang ini kemudian melanjutkan:”Namaku Tie, aku akan menceritakan padamu sebuah sekolah yang lebih berharga dari sekedar sekolah formal, namanya Sekolah Kehidupan, maukah engkau mendengarnya?. Teki yang sedang gundah dengan segera menganggukkan kepala dan sekarang mereka duduk bersama di bangku taman. “Sekolah Kehidupan mirip dengan sekolah formal, ada jenjang-jenjangnya...” Tie memulai pembicaraan. “Kalau sekolah formal mengenal jenjang SD atau sekolah Dasar maka Sekolah Kehidupan juga dimulai dengan SD yang berarti Sadar Diri..” Teki mulai tertarik karena ada kata-kata baru yang sebelumnya tak ia ketahui. Tie melanjutkan:”Mereka yang lulus SD dari Sekolah Kehidupan memiliki kesadaran baru, mereka mendapatkan inspirasi dan kemudian menjadi sadar diri bahwa bahwa ada hal-hal yang perlu dan penting untuk masa depan mereka tapi sekarang mereka tidak tahu dan merasa belum mampu melakukannya. Sadar diri yang berikutnya adalah sadar bahwa mereka bisa belajar untuk mengatasi ketidak tahuan dan ketidak mampuan itu. Sadar diri tidak berakhir hanya dengan sadar diri bahwa tidak tahu dan tidak bisa tapi terus beranjak ke sadar diri bahwa mereka bisa belajar....” Tie menjelaskan sambil tersenyum, wah sekarang mata Teki makin lebar, rasa ingin tahu makin mebggelembung dan ia bertanya:”Kalau begitu apa itu SMP Sekolah Kehidupan...? Ah, kau makin tertarik bukan..? Tie tersenyum lagi. Ia melanjutkan:”SMP Sekolah Kehidupan berarti Selalu Menjadi Pembelajar. Kehidupan di abad 21 menuntut setiap orang yang ingin sukses untuk jadi pembelajar sejati sepanjang hayat. Pembelajar sejati memiliki cita-cita atau impian masa depan yang jelas dan mereka bisa belajar dari siapa saja, dari apa saja, dimanapun dan kapanpun. Pembelajar sejati bisa belajar dari majikan, dari teman majikan, dari koran, majalah juga TV. Ia tidak sungkan belajar dari sesama kawan bahkan dengan mengamati kesibukan jual beli di super market ia juga bisa belajar. Dengan sengaja ia mengeksplorasi kehidupan sebanyak mungkin untuk belajar. Pengalaman dan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan apapun dan kapanpun terjadinya bisa ia jadikan sebagai sumber belajar. Jadi ijazah SMP Sekolah Kehidupan bukan berbentuk selembar kertas tapi ratusan atau ribuan kertas yang berisi catatan-catatan pembelajaran yang pembelajar sejati dapatkan dalam kehidupan dan tersimpan dalam hati...” Tie kemudian bertanya:”Teki, apakah ijazah SMP Sekolah Kehidupan sudah kau miliki...?” Teki hanya tertunduk malu ia menjawab dengan lirih:”Bertahun-tahun aku bekerja dengan mengeluh, kenapa aku tidak lahir di keluarga yang berbeda paling tidak lahir di hari yang lebih baik. Aku telah menghabiskan banyak waktu dengan menyesali diri dan aku telah kehilangan waktu untuk belajar...” Tie menyentuh bahu Teki dengan lembut dan berkata:”Belum terlambat Teki, mari kuceritakan jenjang selanjutnya..” (bersambung) Jakarta 12 Mei 2o12-Antonius Tanan

Jumat, 01 April 2011

untuk sahabat

ini adalah sebuah kisah reality yang ada di hongkong hmmmm hongkong lagiii
sebegitu besarkah penderitaan yang di alaminya saat ini ? sampe2 pingin bunuh diri !! setiap tengah bulan selalu dia kebingungan , pusing tujuh keliling , rasa rasanya pingin kendat ( bunuh diri dengan cara di gantung ) padahal setahuku dia itu orang yang banyak diem dan dia tak tergolong cewek yang suka hura2 disini , tapi ini adalah pelajaran yang akan membuat dia bertambah dewasa dalam berteman dengan siapapun .menurutku pergaulanlah yang menjadi faktor utama seseorang dalam membentuk cara berfikir dan pribadinya , sebab ada rumus mengatakan bahwa segala perilaku yang terus berulang ulang lama kelamaan akan menjadi kebiasaan , dan jika menjadi kebiasaan terus dilakukan akan menjadi watak , dan bila watak terus dituruti ia akan menjelma menjadi sebuah kepribadian maka hal itu akan sulit di hilangkan atau sudah menjadi sebuah penilaian yang subyektif dari pihak lain ,meskipun bisa di rubah dengan cara dan butuh tekad yang tidak main main .
kembali ke cerita temen ku tadi sebut saja namanya marry , ya marry memang gadis cantik yang tidak neko neko ,perawakan kecil menurutku dia mungil ( cekli) , sportif dan energik dalam menangani setiap tugas yang di bebankan padanya oleh sang ndoro majikan yang super kutu kuprettt atau apa lah dia menyebutnya he he he . waktu libur dia habiskan untuk sekedar ngobrol2 sama teman temannya sebut saja si feibo yang cantik gede karena perawakannya yang gede yang membuat kami memanggil dia feibo , satu lagi si kecut waduhh si kecut ini orang nya super duper anti anti kotor tapi kata2nya ya sedikit ya begitulahhhhh keadaan yang membuat mereka berbuat begitu untuk menyenangkan hati yang selalu home sick dan selau rindukan pujaan hati yang jauh di negri seberang hemmmmmm ,,, hidup mereka bertiga berjalan mulus tanpa ada kendalan yang berarti sampai suatu hari ada teman yang lagi kesulitan sebuat saja si yuli , si yuli ini bilang minta tolong salah satu dari mereka bertiga untuk mau menjadi saksi buat yuli yang akan meminjam uang dari bank kredit , karena si yuli bersumpah akan membayar tepat waktu dan sambil memelas menangis bilang kalau keluarganya di indonesia lagi butuh uang untuk berobat sang anak dengan hati yang tak tega mereka pun mngiyakan apa yag diminta ira mereka mau menjadi saksi ira dalam meminjam uang di bank yang lumayan banyak dan jangka waktu 1,5thn baru bisa di bayar lunas . 1 bulan 2 bulan pertama si yuli menepati janjinya tapi setelah bulan ke 3 dia mulai oleng menepati janjinya akhirnya si yuli ketahuan oleh majikan kalau dia pinjam uang di bank , majikan tidak terima kalau rumahnya setiap hari di telpon orang bank malam hari hanya untuk menanyakan tagihan bank yang harus di bayar yuli akhirnya majikan pun memutuskan untuk memecat yuli , dan itu semua menjadi kabar buruk buat merry dan kecut yang menjadi saksi dalam pinjaman bank itu duhhh sepertinya sudah jatuh tertimpa tangga pula keadaan merry dan si kecut . dengan begitu si merry yang mempunyai tanggungan yang tidak sedikit harus bertambah lagi dengan 1 beban hidupnya dia , merry yang menjadi tulang punggung keluarga harus bertambah bayar hutang bank dan si kecut juga begitu adanya kecut harus rela gajinya untuk bayar bank duhhhh ,,, capek capek kerja harus bayarin bank yg dengan hukumnya akan mengirimkan surat pemberitahuan pada majikan kalau tidak bayar uang itu ,, mereka bagai makan buah si malakama akhirnya mereka bertiga ( merry kecut dan feibo ) putuskan untuk pinjam bank untuk menutup bank yang ditinggal oleh si yuli tadi ,, jadi namanya gali lubang baru untuk tutup lubang yang lama ,,,,, dan begitu seterusnya sampai sekarang hutang itu blum berhenti semakin mereka terjerat sama bank bank yang cuma menikmati uang mereka yang seharusnya untuk keluarga dan masa depan mereka di indonesia nantinya , perjuangan mereka tidak cukup sampai disini entah sampai kapan semua ini berakhir , entah sampai kapan penderitaan mereka selesai , tapi semau itu mereka pasrahkan pada Allah yang maha kuasa dalam menjalankan roda hidup mereka dan mereka yakin dalam hati bahwa Allah pasti akan menolong mereka saat mereka dalam kesulitan dan kesusahan yang mereka hadapi , mereka yakih janji Allah pasti di tepati olehNYA dalam kitabnya sudah tertulis jelas bahwa ALLAH akan membayar hutang mereka seberapapun besar hutang yang mereka tanggung saat ini .
demi keluarga mereka relakan diri mereka ke luar negri mencari sesuap nasi untuk orang2 terkasih , demi cinta pada ibu bapa dan adik2 mereka lakukan ini meskipun ini bertentangan dengan hati nurani mereka yang kadang berontak ingin sudahi semua ini cukup sampai disini tapi demi membalas budi untuk orang tua mereka relakan kebahagiaan yang mereka impikan selama ini ,, aku bangga mempunyai teman seperti kalian yang tegar dan selalu pasrah dalam menerima keadaan dan semangat untuk bangkit dari kalian yang mengajarkan ku untuk ridho dan qonaah dalam menerima rejeki yang patut kita syukuri ,